My Dreams, Your Dreams, Our Dreams

Standar

1507130219232

“Innallaha ma’anna”

 

Ini bukan hanya tentang mereka, ini juga tentangku, dan juga tentangmu. Layaknya aku membangun mimpi mereka, aku pun berusaha membangun mimpi-mimpiku.

Ya, sama seperti mereka, sepertimu, aku pun memiliki begitu banyak mimpi yg ingin kuwujudkan. Keterlaluan jika aku membagikan mimpi pada mereka namun aku sendiri tidak berusaha meraih mimpiku. Rasanya sama saja seperti membohongi harapan mereka.

Mudah? Tentu saja tidak! Bohong jika kukatakan itu sangatlah mudah. Ada banyak perjuangan juga tangis yg tercipta di sana. Tapi aku harus melakukannya. Jika aku tidak melangkahkan kakiku sendiri, lantas siapa yg akan menarik tanganku?

Kita tak pernah tahu akan jadi apa kita nantinya, namun kita selalu bisa mengusahakan akan seperti apa kita jadinya.

Kita memiliki peran masing-masing dalam skenario-Nya. Ketika semua harapan, usaha, doa sudah dilakukan serta dipanjatkan, Allah lah yg menentukan hasil akhirnya.

Seperti katamu, kita hanyalah manusia biasa yg cuma bisa berharap. Suka ataupun tidak suka, kita harus percaya ada masa depan yg sudah digariskan menunggu kita di depan sana.

Apapun hasilnya, kita harus bisa menerima dengan lapang dada. Juga menerima bahwa terkadang apa yg sangat kita inginkan ternyata tak kita dapatkan. Mungkin awalnya kamu akan berfikir bahwa itu layaknya mimpi buruk yg tak kunjung membuatmu terbangun. Namun percayalah, mimpi buruk itu kan berubah menjadi sesuatu yg indah. Yang kita butuhkan hanyalah sedikit kesabaran menunggu saat itu tiba.

Semoga kita bisa meraih semua mimpi kita ya. Mimpi yg juga bisa membawa kita menjadi pribadi yg lebih baik lagi. Demi bahagiaku, bahagiamu, serta bahagia mereka yg selalu kita sebut sebagai keluarga.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS.ar-Ra’d:11)

Being Blessed

Standar

IMG-20160417-WA0008

“Alhamdulillah”

Tak terasa hari ini akan berganti dengan hari yang lain, hari yang lebih baru, hari yang akan menorehkan catatan lebih dalam sejarah pengalaman hidup sang penulis. Meski demikian, hari ini benar-benar menjadi salah satu hari yang begitu istimewa. Begitu bermakna.

Terima kasih untuk kalian yang selalu hadir, baik buruknya, tetap memberi arti dan pelajaran tersendiri.

 

 

Present

Standar

IMG_6089

Alhamdulillah

Rejeki tidaklah hanya berupa materi saja, keluarga serta sahabat adalah rejeki yang paling tak ternilai harganya. Merekalah yang selalu menerimamu tanpa pamrih, yang selalu ada dan berdiri di sampingmu saat kamu berada di titik terendah.

Jangan pernah lupa untuk mengucap syukur karena sampai detik ini mereka masih setia mendampingi kita. Ya, kalian adalah orang-orang terhebat yang pernah ada dan aku sangat berterima kasih atas kehadiran kalian.

My Turn

Standar

IMG-20150316-WA0002

“Change your destiny or someone else will”

Ya, aku setuju dengan quotes tersebut. Aku tidak ingin hidup biasa-biasa saja. Selalu duduk di deretan bangku terdepan di dalam kelas adalah kebiasaanku. Aku tidak mau ilmuku terhalangi oleh orang lain. Bukannya aku egois, terlihat tidak mau berbagi atau berganti posisi duduk, tapi pada kenyataannya memang sedikit sekali anak sekolah yang ingin duduk di bangku deretan pertama, hihi. Bukankah demikian?

Pilihan ekstrakulikuler selalu menjadi hal rutin yang wajib dipikirkan di setiap pindah jenjang pendidikan. Inilah cara yang menurutku adalah yang terbaik jika ingin dikatakan sebagai anak gaul. Bukan hanya sekedar ilmu sosialisasi saja yang akan kita nikmati dan manfaatkan, tapi akan ada banyak keuntungan lain yang akan didapatkan dari pengalaman berorganisasi. Hardskill serta softskill otomatis akan ditempa melalui berbagai bentuk kegiatannya.

Banyak sekali pilihan yang diberikan pada kita untuk menghiasi hidup. Entah itu kamu yang lebih menginginkan hidup yang nyaman tapi stagnan, ataukah menjadi seseorang yang siap berkelana bebas melihat dunia dengan segala keindahan ataupun halang rintangnya. It’s all yours.

Option To Commited

Standar

20150219_114313

“Choose one and reach It”

Dicintai atau mencintai? Pertanyaan yang menurutku sangatlah klise. Mungkin banyak orang yang akan menyerangku saat aku mengatakan demikian, hehe. Ya, banyak sekali quotes di luar sana yang menyatakan bahwa sebaiknya wanita itu dicintai daripada mencintai. Memang benar, wanita mana sih yang tak ingin dicintai? Namun terkadang terbesit pertanyaan, bagaimana jika kita tidak mencintai orang tersebut? Bukankah akan muncul perasaan terpaksa? Bukankah itu adalah kebohongan besar dalam sebuah hubungan? Haha, aku tau, pasti akan banyak sekali komentar yang menyerangku dengan jawaban “Cinta akan datang karena terbiasa”.

Bolehkah aku kemukakan pandanganku? Tak ada yang salah dengan dicintai, tapi bukankah wanita juga berhak untuk mencintai, memilih dan memperjuangkan cintanya? Mungkin wanita itu akan merenung bahkan menangis saat menyadari bahwa jalan yang ia tempuh terlampau sulit. Mungkin wanita itu juga akan banyak mendapatkan omongan untuk menyerah saja dan cari yang lain. Mungkin akan banyak dimana wanita itu melalui hari-hari dengan kebimbangan bahkan terkadang keputusasaan.

Ya, mungkin inilah yang akan dirasakan oleh wanita itu dan sepertinya kebanyakan orang akan menyalahkan apa yang telah dipilihnya, apa yang telah menjadi keputusannya. Namun wanita itu tidaklah terlalu bodoh seperti anggapan yang ada. Dia tentu saja tau apa yang akan dia hadapi saat dia menjatuhkan  komitmen untuk pilihannya tersebut. Dia memiliki alasan. Dia tidak ingin belas kasihan tapi dia juga tidak pantas untuk mendapatkan cemoohan. Hargailah usahanya, hargailah perjuangannya. Bukankah tiap orang berhak untuk bermimpi atau berharap serta memperjuangkan impian atau harapannya itu? Raihlah tangannya karena ia ingin tetap dapat bertahan dengan pilihannya tersebut.

Dreaming – Believing – and Make It Happen

Standar

mtf_DoLCk_211.jpg

“The future is in our hands”

Kalimat itu jelas terpatri di otak hingga detik ini. Kalimat yang lucunya kutemukan di sebuah lembaran komik kala masa remaja dulu. The future is in our hands, we ain’t born for crying, we ain’t born for losing. Rentetan kata-kata mujarab yang menurutku bisa meningkatkan mood kala kegaluan melanda, hihihi.

Masa depan. Bagaimana masa depanku nanti? Akankah aku akan tetap ada di kota ini? Akankah suatu ketika aku menjadi seseorang yang sering berkelana ke penjuru negeri? Akankah tiba saatnya aku berjalan menuju mesjid dan kamu menungguiku di sana sembari mengenakan jas dan peci hitam elegan?

Bagaimanapun masa depan itu nantinya, harus kita perjuangkan dari sekarang. Entah kemana kaki ini akan menuju nantinya. Setiap proses kehidupan, tentu akan kita alami perputarannya. Apa yang kita inginkan, apa yang kita impikan, apa yang kita harapkan, tak lebih dari refleksi usaha yang kita lakukan sekarang. Dan tentu saja itu merupakan rencana dari Yang Maha Merencanakan. Tetap semangat dan tetap berpikiran positif.

Namun sesuatu yang jelas aku impikan, i always dreaming that you’ll be in my future and hopefully it wil be. Amin. 🙂

Make A Wish – Take A Chance – Make A Change

Standar

IMG_20141230_165607

“Take a tea time”

Euforia pergantian tahun sudah begitu terasa semarak maupun semangatnya. Terompet beraneka bentuk dan warna sudah nampak berbejer rapi di sepanjang jalan. Banyak yang sudah merencanakan hendak kemanakah perayaan malam tahun baru tersebut dinikmati. Keluarga, sahabat ataupun orang terkasih lainnya tentu jadi sasaran yang sibuk kita hubungi . Membayangkan kilauan kerlip lampu rumah penduduk serta gemerlapnya kembang api, tanpa disadari membuat semangat semakin menggebu-gebu. Ya, aku ingin merasakan kemeriahan itu!!!

New Year. Sounds fantastic! Mungkin jika kita amati, nampaknya hari itu tidak berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Bisa saja di hari itu kita akan terbangun dan melakukan rutinitas yang sama seperti hari kemarin. Perbedaan yang jelas terasa adalah kita akan melihat kalender dengan semangat baru. Sibuk mencari-cari tanggalan merah di tiap bulannya ataupun memastikan tanggal ulang tahun orang-orang spesial jatuh di hari apa adalah salah satu contoh ritual wajib yang dilakukan. So excited!

Tidak hanya harapan ataupun semangat baru yang pantas digaungkan dalam menyambut keriuhan ini. Harapan lama yang masih belum terwujud pun, masih sangat pantas kita realisasikan disertai semangat yang lebih tinggi. Namun, ada hal yang tak boleh tertinggal. Ambilah sejenak waktu untuk merenung seraya berinstrospeksi diri, apa yang kurang ataupun apa yang salah dari kejadian-kejadian kemarin. Perbaiki itu semua dan jadikan pengalaman agar tak salah langkah lagi. Selamat berdoa dan berusaha! 🙂

One Way

Standar

DSC_1307

“Stand by me”

Berjalan bersama ke satu tujuan, tentu banyak halang rintangnya. Perjalanan ini dibutuhkan kesabaran dan komitmen yang sama. Aku tentu saja bisa merasakan lelah, maka doronglah jika langkahku sudah mulai melambat. Atau tariklah tanganku jika tak ingin aku tertinggal. Aku pun akan berbuat demikian. Aku bisa keras kepala saat ingin melewati suatu jalan yang menurutku tampaknya lebih nyaman. Tapi kau bisa mendebatku untuk hal itu. Banyak persiapan ataupun banyak energi yang dibutuhkan, memang. Meski demikian, kita masih bisa istirahat sejenak, mendiskusikan apa yang harus dilakukan selanjutnya sambil menikmati pemandangan yang terhampar di sepanjang perjalanan.

Tetaplah bersama, meskipun di satu waktu kita berpapasan dengan pejalan lain yang jauh lebih dari kita. Ingatlah selalu, tiap pribadi itu unik. Tiap pribadi itu penuh dengan kelebihan ataupun kekurangannya sendiri. Tetaplah berjalan di jalan yang sama, ingatlah tujuan kita. Mungkin kita sama-sama egois, kekanak-kanakan, atau hal kurang lainnya. Tetaplah kita kuatkan satu sama lainnya hingga kita tiba dan tinggal di sana.

Hey, You

Standar

DSC_0740

“Hey You, pribadi yang sangat cuek nan tak romantis….”

Masih ingatkah kamu kapan pertama kali kita bertemu? Masih ingatkah kamu kapan pertama kali kita keluar untuk sekedar makan malam diiringi celoteh-celoteh bersama? Haha, mungkin saja kamu tidak ingat persisnya kapan waktu-waktu itu pernah terlewati. Aku pun sepertinya demikian. Daya ingatku memang sedikit tidak bisa diandalkan untuk urusan yang seperti ini, haha. Payah memang. Namun yang masih jelas kuiingat, kamu yang dulu pernah beberapa kali berjalan melewatiku dan saat itu kita masih belum mengenal satu sama lain.

Tapi lucunya, mengapa ya kita bisa menjadi seperti ini? Tiba-tiba saja kamu hadir di dalam duniaku. Aku yang sangat sulit untuk mengenal orang lain mengapa tiba-tiba saja bisa dengan mudahnya mengenalmu? Bisa dengan mudahnya tersenyum hanya dengan menerima sapaan tiap pagimu lewat pesan di handphone, bisa dengan mudahnya tertawa terbakak-bahak saat mendengar obrolan konyolmu, bisa dengan mudahnya khawatir saat kesulitan melingkupimu, bisa merasakan cemburu saat tau bahwa banyak wanita lain mendekatimu, atau bahkan bisa meneteskan air mata saat masalah hadir diantara kita.

Ya, kita adalah dua orang dengan dua pribadi yang sangat bertolak belakang.  Aku yang seorang intovert bisa bertemu denganmu seorang ekstrovert, adalah suatu skenario Tuhan. Skenario yang ternyata menyebabkan kita akhirnya bisa saling tertawa-beradu pendapat-menangis bersama. Lucu bukan? Hahaha.

Aku, yang mungkin masih sangat jauh dari pribadi yang sempurna, beruntung bisa bertemu denganmu. Aku mengatakan demikian karena aku tau aku mungkin saja jauh dari kadar ‘baik’ yang dicap oleh orang-orang. Kamu tentu saja bisa menegurku saat aku melakukan alpa, dan aku pun akan berbuat demikian. Bukankah dua orang yang saling mengingatkan akan jauh lebih baik daripada hanya diri kita saja?

Setelah sekian banyak memiliki cerita, aku memilihmu. Ya, aku memilihmu untuk menjadi seseorang yang selalu mengingatkan aku. Menjadi seseorang yang menjagaku dengan tangan kasarmu, dengan mata tajammu, dengan semua sifat dan sikapmu yang aneh itu, haha. Tenang saja, ada hati yang hangat di balik semua sifat cuek nan tak romantis itu. Oke, aku punya doa kepada Yang Maha Mendengar Semua Permintaan. Semoga Tuhan memiliki skenario selanjutnya, yakni cepat mempersatukan kita, amin 🙂

Get Lost-Get Life

Standar

IMG_1261

“La Tahzan”

Kalimat itu sering sekali diucapkan oleh salah seorang sahabat. Jangan bersedih. Setiap manusia pasti memiliki ceritanya sendiri. Tentu saja, setiap cerita memiliki maknanya tersendiri. Semua itu merupakan salah satu proses pembelajaran hidup, membuat manusia semakin berkarakter, semakin mengerti dan menghargai hidupnya.

Seperti cerita kali ini, dimulai dari canda tawa kemudian berubah menjadi derai tangis tapi dengan berlalunya waktu yang disertai dengan usaha dan doa, perlahan berubah kembali menjadi senyuman yang kuharap akan berakhir menjadi sebuah tawa kembali.

Semua hal yang telah terjadi tentu sangat bermakna, semanis ataupun sepahit apapun itu. Itulah yang membuat kita kuat, yang membuat kita tegar, yang membuat kita dewasa. Selama ada keyakinan, percayalah bahwa semua ketakutan itu akan lenyap. GANBATTE!!

*dedicated to all my bestfriend*